Ticker

6/recent/ticker-posts

JIWA SOSIAL

Oleh: Ade Bontot


Foto: Penulis Muda Ade Bontot


Jiwa sosial adalah inovasi atau kegiatan yang mencerminkan  kehidupan banyak orang, yang dikisarkan saling membantu apa yang menjadi kekurangan orang lain. 

Jiwa sosial itu memiliki arti bagi kelangsungan hidup individu sehingga menjawab tantangan dari kehidupan lingkungan bermasyarakat. Hal itu bertujuan untuk saling membantu dan dapat berbagi menjaga hubungan baik dan kepuasan diri sendiri, yang kemudian menjadikan hal itu menjadi kebanggan.

Dalam hal itu tidaklah harus  berpihak kepada orang terdekat. Jiwa sosial yang dimaksud adalah siapapun merasa diri ingin membantu orang lain, meskipun tidak tahu atau tidak kenal siapa orang itu dan latar belakang seperti apa dalam kehidupan. 

Sosial atau konsep kehidupan sosial tidak terlepas dari jiwa yang saling memahami dan membantu, karena sebagian besar hidup tidak terlepas dari mata orang banyak orang yang melihat dan menyaksikan perbuatan prilaku sosial dapat mereka.

Penilaian meski sebatas hal kecil ketika membantu orang lain, hal itu adalah jiwa sosial yang dapat menjadikan diri sendiri sebagai penyelamat bagi orang yang membutuhkan. 

Kemudian apa yang menjadikan diri kita itu membantu orang lain, adalah kepedulian dan kasih sayang yang di implementasikan sebagai penolong orang lain. Namun meski hal itu dilakukan masih seseorang, ternyata masih banyak lagi hal-hal negatif yang dibalaskan  oleh orang lain kepada kita. 

Tetapi penilaian negatif itu  adalah sebagai salah satu tantangan yang dialami dalam kehidupan sosial. Kendati pihak tertentu misalnya sering membantu kehidupan orang lain, namun hal itu terkadang masih saja tidak dianggap oleh pihak tersebut. 

Maka dari itu kita dapat memahami bahwa itu adalah salah satu tantangan yang ada secara tidak lansung. Secara tidak lansung yang dimaksud adalah ketika seseorang suda dibantu ia seharusnya akan merasa berterimakasih. Namun tidak  akan memberi penilaian yang buruk kepada orang yang membantu dirinya. 

Namun meski penilaian tidak  dianggap oleh mereka tetapi kita terus berusaha untuk maju dan terus siap menerima hal itu. 

Kenapa harus menerima? Karena setiap orang  memiliki sifat yang berbeda-beda dan berubah akan sifatnya. Walaupun ada juga meski mereka telah dibantu atau merasakan kepedulian dari orang lain, tetapi masi saja memberi penilaian yang buruk kepada orang yang peduli kepada dirinya itu. 

Setiap orang tidak terluput dari tantangan. Baik tantangan dari keluarga, orang lain atau pun tantangan lainya seperti kekasih atau teman terdekat. Ketika beranjak dewasa ini, pemahaman jiwa sosial ini sangat menajam. Bahwa hidup yang sebetulnya baik adalah tantangan. 

Yang memiliki jiwa sosial itu adalah menjadi seorang pemimpin yang baik atau pintu masuk untuk menjadi pimimpin yang peduli kepada lingkungan atau daerah sekitarnya. 

Posting Komentar

1 Komentar